Granit menjadi pilihan populer untuk lantai rumah karena mampu menghadirkan tampilan yang elegan dan mudah dipadukan dengan berbagai konsep interior. Namun, agar tampilannya tetap terjaga, granit memerlukan perawatan yang tepat, termasuk dalam memilih cairan pembersih.
Tidak semua pembersih lantai cocok digunakan pada permukaan granit. Penggunaan produk yang kurang sesuai berpotensi meninggalkan residu, membuat lantai terasa licin, atau mengurangi keindahan permukaannya. Oleh karena itu, penting untuk memahami ciri-ciri pembersih yang sesuai sekaligus menerapkan cara membersihkan granit dengan benar.
Mengapa Pemilihan Pembersih Granit Perlu Diperhatikan?
Lantai granit digunakan setiap hari sehingga mudah terkena debu, noda, maupun sisa cairan. Membersihkan granit secara rutin memang penting, tetapi hasilnya juga dipengaruhi oleh jenis pembersih yang digunakan.
Pembersih yang sesuai membantu mengangkat kotoran tanpa meninggalkan lapisan pada permukaan. Sebaliknya, penggunaan produk yang tidak tepat atau dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan residu yang membuat lantai tampak kusam atau terasa licin setelah dipel.
Karena itu, selain memilih produk yang tepat, cara penggunaan dan proses pembilasan juga perlu diperhatikan.
Ciri Pembersih Lantai yang Sesuai untuk Granit
Berikut beberapa karakteristik pembersih lantai yang dapat dipertimbangkan untuk perawatan granit.
1. Memiliki Formula dengan Tingkat Keasaman yang Seimbang
Pilih pembersih lantai yang memiliki formula dengan tingkat keasaman (pH) seimbang atau diformulasikan untuk penggunaan pada permukaan granit maupun batu alam.
Hindari penggunaan cairan pembersih yang terlalu asam atau terlalu basa karena berpotensi memengaruhi tampilan permukaan apabila digunakan terus-menerus.
2. Tidak Mengandung Bahan Abrasif
Bahan abrasif umumnya digunakan untuk menggosok noda membandel. Namun, penggunaannya pada granit tidak disarankan karena dapat menggores permukaan dan mengurangi kualitas tampilannya.
Sebaiknya gunakan cairan pembersih yang bekerja mengangkat kotoran tanpa memerlukan penggosokan yang terlalu keras.
3. Tidak Meninggalkan Lapisan Lengket
Pembersih yang baik tidak meninggalkan lapisan lengket setelah lantai mengering.
Residu yang tertinggal dapat membuat debu lebih mudah menempel sehingga lantai kembali terlihat kotor dalam waktu singkat. Pada beberapa kondisi, lapisan tersebut juga dapat membuat permukaan terasa lebih licin.
4. Mudah Dibilas dari Permukaan
Pilih produk yang mudah dibilas menggunakan air bersih sehingga tidak meninggalkan sisa cairan pada lantai. Pembilasan yang baik membantu menjaga tampilan granit tetap bersih dan alami.
5. Digunakan Sesuai Takaran pada Kemasan
Menggunakan pembersih dalam jumlah lebih banyak tidak selalu membuat lantai menjadi lebih bersih.
Ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan agar konsentrasi cairan tetap sesuai dan mudah dibilas setelah proses pembersihan selesai.
Cara Membersihkan Lantai Granit dengan Tepat
Selain memilih produk yang sesuai, teknik pembersihan juga berpengaruh terhadap hasil akhirnya.
1. Bersihkan Debu Sebelum Mengepel
Sapu atau gunakan vacuum cleaner terlebih dahulu untuk mengangkat debu, pasir, dan kotoran halus yang dapat menggores permukaan saat dipel.
2. Gunakan Cairan Pembersih Secukupnya
Campurkan cairan pembersih sesuai petunjuk penggunaan. Hindari menuangkan cairan secara langsung ke permukaan granit atau menggunakan konsentrasi yang terlalu tinggi.
3. Gunakan Pel atau Kain yang Lembut
Gunakan pel berbahan mikrofiber atau kain lembut agar proses pembersihan lebih optimal tanpa berisiko menggores permukaan granit.
4. Bilas Permukaan Menggunakan Air Bersih
Setelah proses mengepel selesai, bilas permukaan menggunakan air bersih apabila diperlukan, terutama jika produk pembersih meninggalkan sisa cairan.
Langkah ini membantu mengurangi kemungkinan munculnya residu pada lantai.
5. Keringkan Lantai agar Tidak Meninggalkan Bekas
Terakhir, gunakan kain kering atau pel bersih untuk mengeringkan lantai, terutama pada area yang sering digunakan.
Selain membuat lantai tampak lebih bersih, langkah ini juga membantu mengurangi risiko lantai terasa licin akibat sisa air.
Rawat Granit MELIUZ agar Tampilan Ruangan Tetap Terjaga
Perawatan granit tidak harus rumit. Dengan memilih pembersih yang sesuai dan menerapkan langkah pembersihan yang benar, tampilan granit dapat tetap bersih dan nyaman digunakan setiap hari.
MELIUZ menghadirkan beragam koleksi granit dengan pilihan warna, motif, dan karakter permukaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan berbagai ruangan. Agar tampilannya tetap optimal, lakukan pembersihan secara rutin menggunakan produk yang sesuai dan ikuti petunjuk perawatannya.
Untuk melihat koleksi secara langsung, Anda dapat mengunjungi showroom MELIUZ melalui fitur Store Locator di website resmi. Pilih kota atau wilayah Anda, tentukan showroom terdekat, lalu hubungi toko untuk memastikan ketersediaan produk sebelum berkunjung.
Dengan begitu, Anda dapat berkonsultasi mengenai pilihan granit yang sesuai sekaligus melihat karakter permukaannya secara langsung.
FAQ
Apakah semua pembersih lantai aman digunakan untuk granit?
Tidak. Sebaiknya gunakan pembersih dengan formula yang sesuai untuk granit, tidak mengandung bahan abrasif, dan tidak meninggalkan residu pada permukaan.
Mengapa lantai granit terasa licin setelah dipel?
Salah satu penyebabnya adalah penggunaan cairan pembersih yang terlalu banyak atau tidak dibilas dengan baik sehingga meninggalkan lapisan pada permukaan.
Apakah granit perlu dibilas setelah dipel?
Hal ini bergantung pada jenis pembersih yang digunakan. Jika produk meninggalkan residu, pembilasan menggunakan air bersih dapat membantu menjaga permukaan tetap bersih.
Bagaimana cara menjaga tampilan granit tetap optimal?
Bersihkan debu secara rutin, gunakan pembersih yang sesuai, ikuti takaran penggunaan, bilas bila diperlukan, dan keringkan permukaan setelah proses pembersihan selesai.
Produk Populer